.
Rabu (6/12/2023), sekitar pukul 24.00, lelaki ini berpamitan kepada istri tercinta untuk menjalankan amanah. Sebagai pengurus DPC PKS Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, ia sangat ingin berkontribusi dalam pemenangan Pemilu 2024.
Ia adalah sosok pejuang tangguh. Menunaikan amanah kepengurusan partai di level kecamatan, adalah sebuah kehormatan baginya. Malam ini ia akan memasang bendera partai dan alat peraga kampanye lainnya.
Dinginnya malam tak membuat Daliman, lelaki paruh baya itu, terhenti langkahnya. Meskipun hanya sendirian, ia tetap bersemangat untuk memasang atribut partai di beberapa ruas jalan raya Madiun – Surabaya. Ia sangat yakin, kader lainnya pun telah melakukan hal yang sama.

Dengan menggunakan gerobak, Daliman mengangkut bambu ukuran delapan meter, bendera, serta berbagai alat kampanye lainnya. Langkahnya mantap, menuju titik-titik lokasi yang telah direncanakan.
Satu demi satu bambu dan alat kampanye dipasang di tepi jalan. Beberapa titik sudah selesai ditancapkan. Tinggal bambu yang terakhir.
Tak ada yang mengetahui, kejadian apa yang menimpa dirinya. Namun pada pukul dua dini hari (Kamis, 7/12/2023), Daliman ditemukan warga terbaring di tepi jalan raya, dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Kuat dugaan, dirinya tersengat aliran listrik dari tiang listrik di tepi jalan itu.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Sang pejuang telah dipanggil menghadap Allah, dalam kondisi sedang menunaikan amanah.
Malam hari sebelum berangkat memasang atribut kampanye, usai shalat Isya beliau masih menghadiri Majelis Taklim di Masjid Al Ikhlas Al Ahda Balerejo, Madiun. Daliman mengikuti majelis taklim dengan penuh semangat dan ceria hingga selesai. Di masjid yang sama, pada pertengahan November 2023 lalu, Daliman mengisi kajian dengan tema “Kewajiban kepada Mukmin yang Meninggal Dunia.”
Menurut kesaksian anak bungsu almarhum, walaupun Daliman sudah dinyatakan meninggal dunia di TKP, tetapi ketika jenazah sampai di rumah, dirinya masih sempat mendengar sang ayah menyebut “Allah… Allah… Allah”. Jenazah tiba di rumah dalam posisi tersenyum. Masyaallah.
Keluarga, tetangga dan semua yang mengenal dirinya bersaksi, Daliman adalah orang salih. Sosok aktivis masjid, aktivis majelis taklim, yang peduli sesama. Dikenal sangat ringan untuk berkorban dalam kegiatan Islam. Beliau juga sosok yang tidak ingin merepotkan orang lain.

Sehari-hari, Daliman mencari nafkah dengan usaha bengkel las. Beliau meninggalkan seorang istri dan 3 buah hati. Anak sulung beliau bekerja di Mojokerto, yang kedua bekerja di Madiun, dan yang ketiga sekolah di bangku kelas 5 SD.
Semoga Allah terima segala amal kebaikannya, Allah ampuni segala dosa dan kesalahannya, serta almarhum ditempatkan di surgaNya. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran dan ketabahan. Aamiin.
Bagi semua kader PKS, hendaklah mendoakan almarhum, dan meneladani kesungguhan Daliman dalam menjalankan peran pemenangan. Luruskan niat, rapatkan barisan, tunaikan kewajiban.
Bahan: dari tulisan Murtini, Kabid Humas DPD PKS Kabupaten Madiun Jawa Timur, yang dimuat dalam blog https://blog.pks.id/2023/12/dalam-pemenangan-pks-di-pemilu-2024-ini.html. Ditulis ulang oleh Pak Cah (7/12/2023, pk. 17.50 WIB).