Kembali
Caption Hikmah

Kisah Seekor Bulbul

Oleh : Cahyadi Takariawan

Namanya Bulbul, seekor burung jalak yang dibawa dari hutan Kalimantan. Seorang tetangga memberikannya sebagai hadiah ke rumah kami, kurang lebih setahun yang lalu. Tampak biasa saja, sepertinya dia bukan burung yang istimewa. Beberapa hari di rumah, anak-anak mengajarinya memanggil “Difa”, ternyata Bulbul cepat sekali menirukannya. Kami heran, Bulbul fasih sekali mengucapkan “Difa… Difa… DIfa…” Difa adalah anak kami yang duduk di bangku SDIT kelas 5.

Namun ternyata hanya itu kemampuannya. Ketika diajari memanggil anak kami yang paling kecil, Revo (5 tahun), hingga sekarang Bulbul tidak bisa menirukannya.

Setiap pagi, ketika Revo minta mandi dengan bak di halaman belakang rumah, ia minta ditemani Bulbul. Maka kandang Bulbul didekatkan ke bak mandi Revo. Betapa senang Revo ketika ditemani mandi Bulbul. Kebiasaan ini berjalan beberapa bulan, dan kami tidak pernah menduga ada sesuatu dampak nantinya. Itu peristiwa biasa saja, karena sekedar membujuk Revo mau mandi pagi sebelum berangkat sekolah.

Sampai suatu ketika isteri saya, Ida, menyaksikan sebuah video clip di youtube tentang burung yang berteman dengan tuannya. Terpikir oleh isteri saya, mungkinkah Bulbul bisa berteman dengan Revo? Isteri saya mencobanya. Suatu pagi sengaja mengeluarkan Bulbul dari kandang ketika Revo selesai mandi dan tengah bersiap berangkat sekolah. Subhanallah, ternyata Bulbul segera hinggap di atas kepala Revo. Ketika Revo berlari, Bulbul mengikutinya. Kemanapun Revo pergi, Bulbul selalu mengikutinya. Saat Revo bermain komputer, Bulbul pun menunggu di meja komputer.

Sejak saat itulah, setiap pagi Bulbul sengaja dikeluarkan dari kandang untuk bermain dengan Revo. Suatu ketika Bulbul dikeluarkan dari kandang saat Ravo tengah mandi di bak plastik kegemarannya. Di samping Revo, disiapkan pula satu bak berisi air. Ternyata Bulbul ikut mandi di samping Revo. Bulbul memasukkan badannya ke dalam air di bak sebelah Revo ketika melihat Revo mulai mengguyur dirinya dengan air.

Ketika isteri saya memandikan Revo dengan mengguyur dan menggosok badan Revo, ternyata Bulbul marah. Ia mematuk tangan isteri saya. Mungkin Bulbul mengira isteri saya berbuat jahat kepada Revo. Selama Revo mandi, Bulbul selalu menunggu di atas bak mandi, dan sesekali ikut menceburkan badannya ke bak yang ada di samping Revo.

Bulbul seperti menganggap Revo sebagai tuannya. Ketika saya sengaja menggoda Revo dengan bermain-main, seakan-akan saya tengah menyerang Revo, ternyata Bulbul marah dan segera mengejar saya. Bulbul mematuk tangan, kaki, bahkan wajah saya.

Sampai sekarang Bulbul seperti bermusuhan dengan saya. Setiap Bulbul dilepas, segera mengikuti Revo kemanapun Revo pergi. Saat bertemu saya, respon Bulbul langsung mengejar dan berusaha mematuk saya. Sakit juga dipatuk Bulbul. Wajah saya pernah berdarah karena dipatuk Bulbul.

Kami tidak pernah menyangka akan bisa menjadi sebuah persahabatan yang unik antara Revo dengan Bulbul. Kebiasaan mendekatkan kandang Bulbul saat Revo mandi di halaman belakang, ternyata membuat Bulbul mengenali Revo dengan baik.

Suatu saat Bulbul lepas dari kandang dan terbang tinggi. Ia hinggap di pohon depan rumah yang sangat tinggi. Karena khawatir ia pergi dan tidak kembali, Revo segera mengejar sampai di bawah pohon. Bulbul turun mendekat ke Revo, namun segera naik lagi ke atas pohon.

Ketika saya datang dan seakan-akan menyerang Revo, tiba-tiba Bulbul meluncur dengan sangat cepat menghampiri saya. Segera saya lari masuk ke dalam rumah dan tetap dikejar Bulbul. Saya dipatuk kena bagian leher. Sakit juga. Namun akhirnya Bulbul mau masuk kembali ke dalam kandangnya.

Kemarin pagi (ahad 15/07/2012) saat di rumah ada kegiatan menyambut Ramadhan bersama masyarakat sekitar, Revo bermain-main dengan Bulbul. Di tengah keramaian orang yang hadir, lebih dari 100 orang, Bulbul tidak kebingungan mencari Revo. Ia berlarian mengikuti Revo, sesekali waktu hinggap di kepala orang yang dekat dengan Revo.

Subhanallah, hingga sekarang saya masih merasa heran atas kejadian persahabatan Revo dengan Bulbul yang “tidak sengaja” tersebut.

Yogyakarta, 2012

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.