Kembali
Sastra Budaya

Gaya Telling dan Showing Dalam Penulisan

Oleh : Cahyadi Takariawan

Dalam proses kreatif menulis, para penulis memiliki pilihan cara mengungkapkan karakter atau sifat tokoh, serta mengunkapkan peristiwa atau kejadian. Secara umum dikenal gaya telling, dan gaya showing. Gaya telling bercorak abstrak dan tidak melibatkan pembaca untuk berimajinasi bebas. Pembaca diberikan kesimpulan tentang apa yang diceritakan, tanpa diajak untuk mengolah informasi dalam cerita. Pembaca telah diajak memiliki kesimpulan yang sama dengan penulis.

Sedangkan gaya showing bersifat lebih konkret, dan secara aktif melibatkan pembaca untuk berimajinasi bebas menggambarkan karakter, sifat, atau kejadian dan peristiwa. Showing berusaha menciptakan gambaran dari dunia konkret ke alam pikiran pembaca sehingga menjadikan karakter atau cerita semakin hidup —disertai imajinasi pembaca. Showing mengajak pembaca ikut mengolah apa yang disampaikan penulis dan bahkan mengambil kesimpulannya sendiri.

Contoh 1

Gaya telling, “Rini sangat marah dan tersinggung dengan ucapan Jaka”.

Penulis telah menyimpulkan, bahwa Rini sangat marah dan tersinggung dengan ucapan Jaka. Pembaca akan menerima kesimpulan itu tanpa terlibat mengolah situasi emosi yang tengah terjadi.

Gaya showing, “Wajah Rini memerah. Nafasnya tersengal-sengal. Ia memandang Jaka dengan tajam. Mata Rini memelotot”.

Penulis menggambarkan kondisi Rini secara konkret, dan memindahkan ke alam pikiran pembaca untuk diolah dengan imajinasi bebas. Pembaca akan merasakan suasana yang dihadapi Rini, dan bisa sampai kepada kesimpulan yang sama —bahwa Rini sangat marah dan tersinggung dengan ucapan Jaka.

Contoh 2

Gaya telling, “Lelaki tua itu terlihat aneh dan mengerikan”.

Gaya showing, ”Tubuh lelaki tua itu sangat tinggi, rambutnya panjang sampai kaki, giginya tajam, seakan semua giginya adalah taring. Matanya merah darah, tatapannya sangat dalam. Tumbuh rambut di seluruh tubuhnya. Tidak seperti manusia pada umumnya”.

Contoh 3

Gaya telling, “Rumah Rudi terbakar sampai ludes”.

Gaya showing, “Api menjalar dengan sangat hebat. Lidah api menyala, memerahkan langit malam di atas rumah Rudi. Seluruh penjuru rumah Rudi telah terkepung lautan api, tak ada lagi yang terlihat. Hanya api. Tak ada lagi rumah Rudi”.

Pada dasarnya, gaya telling dan gaya showing adalah pilihan bebas. Penulis bebas memilih, sesuai konteks cerita dan tujuan yang ditetapkan penulis dalam mengolah tulisan. Juga —akan diposting dimana tulisan itu nantinya, dan untuk siapa? Gaya telling ringkas, to the point, dan membuat pembaca memiliki kesimpulan sama dengan harapan penulis. Ketika penulis ingin memastikan bahwa pembaca memiliki kesimpulan yang sesuai keinginan penulis, gaya telling paling tepat.

Gaya showing lebih aktif dan dinamis, melibatkan imajinasi pembaca dan mendorong pembaca mengambil kesimpulan sendiri. Ini membuat pembaca —yang memiliki banyak waktu untuk membaca— merasa lebih asyik dan terhipnotis dalam dunia khayalan yang bebas. Ketika penulis ingin melibatkan pembaca dalam mengolah informasi dan mengambil kesimpulan sendiri, gaya showing paling tepat.

Gaya telling dan showing —silakan Anda memilih sesuai konteks, sesuai tujuan penulisan, sesuai segmen pembaca, dan sesuai selera Anda.

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.